Mataram – Insiden pengeroyokan yang menimpa Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Barat, M. Taufikur, pada Sabtu lalu di kawasan Cakranegara, Kota Mataram. Kasus ini langsung mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian dan jajaran KNPI di tingkat provinsi.
Ketua DPD KNPI Nusa Tenggara Barat, Daud Gerung, mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum yang berhasil menangkap para pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.
“Kami mengapresiasi aparat penegak hukum yang sudah menangkap para pelaku pengeroyokan Ketua KNPI Lombok Barat. Ini memang harus disikapi serius, karena menyangkut marwah para pemuda,” ujar Daud.
Daud menegaskan, pihaknya bersama organisasi kepemudaan (OKP) di NTB siap mendukung penuh aparat penegak hukum demi terciptanya kondusifitas di daerah. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di wilayah lain, karena dapat mengganggu stabilitas dan semangat pemuda.
“Jangan karena kritik dan beda pendapat malah merusak kondusifitas. Kami salut atas kinerja aparat penegak hukum yang profesional atas kasus ini,” tambahnya.
Gerak cepat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Reskrim Polresta Mataram membuahkan hasil. Polisi berhasil mengamankan empat pemuda asal Pulau Sumbawa yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan. Mereka masing-masing berinisial S, MR, F (warga Kabupaten Dompu), serta MA (warga Kabupaten Bima).
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk airsoftgun jenis Beretta M84. Penangkapan dilakukan setelah korban, berinisial MT, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya kepada pihak kepolisian.
Dengan penangkapan para pelaku, KNPI NTB menilai aparat telah menunjukkan kinerja profesional dan responsif. Dukungan penuh dari organisasi kepemudaan diharapkan mampu menjaga kondusifitas daerah, sekaligus menjadi pelajaran agar perbedaan pendapat tidak berujung pada kekerasan.(ham)

Social Footer