![]() |
| Alun-alun Giri Menag Park Gerung (Ist) |
Catatan: Di Tengah Lika-Liku Pemerintahan, Masyarakat Menilai dengan Apa yang Mereka Rasakan
Oleh : Fathurrahman
Pemerintahan di Kabupaten Lombok Barat tentu tidak pernah lepas dari dinamika. Kritik, masukan, bahkan perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Setiap kebijakan selalu memiliki pendukung dan pengkritik. Hal itu adalah sesuatu yang wajar dalam pemerintahan yang terbuka.
Namun, pada akhirnya masyarakat memiliki cara sendiri untuk memberikan penilaian. Bukan semata-mata berdasarkan narasi yang berkembang di media sosial atau perdebatan politik, melainkan dari apa yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah berbagai lika-liku pemerintahan tersebut, tidak sedikit masyarakat Lombok Barat yang menilai kepemimpinan Bupati Lalu Ahmad Zaini dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha menunjukkan kerja nyata. Penilaian itu muncul karena adanya perubahan yang dapat dilihat dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Salah satu yang paling sering menjadi pembicaraan adalah wajah Kota Gerung sebagai ibu kota Kabupaten Lombok Barat. Dahulu, tidak sedikit warga yang beranggapan bahwa Gerung sebagai ibu kota kabupaten belum mencerminkan sebuah pusat pemerintahan. Bahkan muncul ungkapan bahwa "Gerung terasa seperti kota kecamatan."
Kini perlahan pandangan itu mulai berubah. Kehadiran Alun-Alun Giri Menang Park menjadi salah satu ruang publik yang hidup dan ramai dikunjungi masyarakat. Setiap sore hingga malam hari, kawasan tersebut dipenuhi anak-anak yang bermain, para remaja yang berkumpul, hingga keluarga yang menghabiskan waktu bersama.
Ruang terbuka seperti ini memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar taman kota. Ia menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai kalangan, ruang interaksi sosial, sekaligus wajah baru Kabupaten Lombok Barat. Kehidupan ekonomi kecil pun ikut bergerak. Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga berbagai usaha kecil mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Tidak hanya itu, penataan dan peremajaan kawasan Bundaran Giri Menang juga memberikan warna baru bagi pusat Kota Gerung. Kawasan yang sebelumnya hanya menjadi jalur lalu lintas kini berkembang menjadi salah satu titik berkumpul masyarakat. Pada malam hari, suasana kota menjadi lebih hidup dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Pembangunan seperti ini memang terkadang dianggap sederhana. Namun bagi masyarakat, perubahan ruang publik memiliki dampak yang nyata. Kota menjadi lebih nyaman, lebih indah, dan memberikan kebanggaan tersendiri bagi warganya.
Meski demikian, pemerintah juga perlu menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui pekerjaan fisik. Komunikasi kepada masyarakat juga memiliki peran yang sama pentingnya. Banyak program yang sebenarnya baik, tetapi kurang dipahami publik karena penyampaiannya belum maksimal.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak perlu terlalu kaku dalam menghadapi kritik. Tidak semua kritik berarti kebencian, sebagaimana tidak semua pujian berarti semuanya telah sempurna. Kritik yang membangun justru dapat menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Dalam konteks ini, ada sebuah nasihat yang sering dikaitkan dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib:
"Sebagus apa pun dirimu, jika dijelaskan kepada orang yang membencimu, ia akan tetap mencari kekuranganmu. Seburuk apa pun dirimu, jika dibicarakan kepada orang yang mencintaimu, ia akan tetap melihat kebaikanmu."
Pesan tersebut mengajarkan bahwa penilaian manusia sering kali dipengaruhi oleh rasa suka dan tidak suka. Karena itu, seorang pemimpin tidak mungkin memuaskan semua orang. Akan selalu ada pihak yang mengapresiasi dan ada pula yang mengkritik.
Yang terpenting bagi seorang pemimpin adalah tetap bekerja, menjaga integritas, membuka ruang dialog, serta menjadikan kritik sebagai bagian dari proses memperbaiki diri. Sebab pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menjadi penilai sesungguhnya melalui pengalaman mereka merasakan pelayanan dan pembangunan.
Kabupaten Lombok Barat masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat masih membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Karena itu, pembangunan tidak boleh berhenti hanya pada penataan ruang kota, tetapi juga harus menyentuh seluruh wilayah dan seluruh lapisan masyarakat.
Apabila pembangunan yang telah dimulai terus dijaga konsistensinya, disertai komunikasi yang baik dan keterbukaan terhadap kritik, maka bukan tidak mungkin Lombok Barat akan semakin maju dan menjadi kabupaten yang mampu memberikan kenyamanan, kebanggaan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat siapa yang paling banyak dipuji atau paling sering dikritik. Sejarah akan mencatat siapa yang benar-benar bekerja dan meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Social Footer