Breaking News

MTSN 1 Lombok Barat Terapkan SPMB Terencana, Siap Tampung Seluruh Calon Siswa dan Dorong Digitalisasi Pendidikan

 



Lombok Barat – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Lombok Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kemajuan teknologi. Hal tersebut terlihat dari pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 yang berjalan tertib dan terencana dengan baik.

Kepala MTSN 1 Lombok Barat, Hairil Anwar, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini tidak dilakukan secara dadakan. Pihak sekolah telah membentuk panitia jauh hari sebelumnya melalui pembagian tugas yang terstruktur oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Bahkan, seluruh agenda penerimaan peserta didik baru telah disusun dalam kalender kegiatan selama satu tahun penuh.

“SPMB ini sudah kami siapkan sejak awal. Panitia telah dibentuk dan tugas-tugas dibagikan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan. Semua agenda juga sudah dijadwalkan selama setahun penuh sehingga tidak ada lagi sistem panitia dadakan,” ungkap Hairil Anwar.

Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat menjadi salah satu faktor utama keberhasilan pelaksanaan SPMB tahun ini. Sekolah membentuk lima tim sosialisasi yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Tim tersebut turun langsung ke berbagai wilayah untuk memperkenalkan program, fasilitas, dan keunggulan MTSN 1 Lombok Barat kepada masyarakat.

Upaya tersebut membuahkan hasil yang sangat positif. Hingga berakhirnya masa pendaftaran, jumlah calon siswa yang mendaftar mencapai sekitar 267 orang. Selain itu, terdapat beberapa peserta yang mengikuti tes susulan sehingga total calon peserta didik baru yang tercatat mencapai sekitar 270 siswa.

Tingginya animo masyarakat menunjukkan semakin besarnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan MTSN 1 Lombok Barat. Menariknya, para pendaftar tidak hanya berasal dari wilayah Lombok Barat, tetapi juga datang dari berbagai daerah lain, termasuk Kabupaten Lombok Tengah dan wilayah Kuripan.

“Alhamdulillah, peminatnya cukup tinggi. Tidak hanya dari Lombok Barat, tetapi juga dari Lombok Tengah dan wilayah Kuripan. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin percaya kepada MTSN 1 Lombok Barat,” katanya.

Lebih lanjut, Hairil menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen memberikan kesempatan belajar kepada seluruh calon siswa yang telah mendaftar. Karena itu, penerimaan peserta didik dilakukan tanpa sistem gugur sehingga seluruh siswa yang memenuhi persyaratan akan diupayakan untuk dapat mengikuti proses pendidikan di madrasah tersebut.

“Kami berupaya memenuhi kebutuhan seluruh calon siswa yang mendaftar. Prinsipnya tidak ada sistem gugur karena kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang baik,” jelasnya.

Tidak hanya fokus pada penerimaan peserta didik baru, MTSN 1 Lombok Barat juga terus melakukan berbagai inovasi dalam bidang pendidikan. Salah satu target pengembangan yang akan diterapkan ke depan adalah penggunaan sistem absensi berbasis sidik jari (fingerprint) guna meningkatkan kedisiplinan dan akurasi data kehadiran siswa.

Selain itu, sekolah juga tengah mempersiapkan sistem ujian berbasis online menggunakan perangkat Android. Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi digital yang bertujuan meningkatkan efisiensi serta menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Kami ingin anak-anak nantinya masuk menggunakan absensi fingerprint. Kemudian untuk pelaksanaan ujian juga kami upayakan berbasis online menggunakan Android agar lebih modern dan efektif,” ujar Hairil.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh, MTSN 1 Lombok Barat juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Program pengembangan kapasitas guru terus dilakukan sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.

Menurut Hairil, kualitas guru merupakan faktor penting dalam mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di masa depan. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia di lingkungan sekolah menjadi salah satu prioritas utama.

“Kami juga melakukan pengembangan terhadap guru-guru sebagai bagian dari penjaminan mutu. Guru yang berkualitas akan menghasilkan lulusan yang berkualitas pula,” tegasnya.

Meski telah mencatat berbagai kemajuan, pihak sekolah tetap menyadari masih terdapat sejumlah kebutuhan yang harus mendapatkan perhatian, terutama terkait sarana dan prasarana pendidikan. Beberapa ruang belajar dinilai masih memerlukan perbaikan agar dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi siswa selama mengikuti proses pembelajaran.

“Kami masih membutuhkan perbaikan beberapa ruang belajar yang sampai saat ini belum tersentuh. Mudah-mudahan ke depan bisa mendapatkan perhatian sehingga seluruh fasilitas belajar semakin representatif,” harapnya.(rml)

Type and hit Enter to search

Close