Lombok Barat — Tokoh pemuda Lombok Barat, Daud Azhari yang akrab disapa Daud Gerung, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Dalam rilisnya pada Selasa (26/5/2026), Daud menilai posisi Sekda yang hingga kini masih diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt) sudah seharusnya segera ditetapkan secara definitif melalui mekanisme seleksi terbuka dan profesional.
Menurut Daud, jabatan Sekda merupakan posisi strategis dalam struktur pemerintahan daerah karena memiliki peran sentral sebagai pengendali jalannya roda birokrasi serta penghubung utama antara kepala daerah dengan seluruh organisasi perangkat daerah.
Ia menilai kondisi jabatan Sekda yang cukup lama dijabat oleh pelaksana tugas, bahkan telah berganti hingga dua kali, perlu segera mendapat perhatian serius dari Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat agar tidak berdampak pada efektivitas tata kelola pemerintahan.
“Sudah cukup lama jabatan Sekda diisi oleh Plt, bahkan sudah dua pejabat yang mengemban amanah tersebut. Ini tentu menjadi perhatian bersama karena posisi Sekda sangat penting sebagai jenderal birokrasi pemerintahan yang memastikan seluruh sistem administrasi berjalan optimal,” ujar Daud dalam keterangannya.
Daud mendorong agar Bupati dan Wakil Bupati segera memerintahkan pembentukan tim seleksi untuk memproses pengisian jabatan Sekda definitif sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan kepastian dalam tata kelola birokrasi serta memperkuat konsolidasi internal pemerintahan daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“Sekda bukan hanya jabatan administratif, tetapi motor penggerak birokrasi. Karena itu, proses seleksi harus segera dilakukan secara objektif, transparan, dan berdasarkan merit system agar menghasilkan figur terbaik,” tegasnya.
Dalam pandangannya, salah satu figur yang dinilai memiliki kapasitas kuat untuk mengemban amanah tersebut adalah Suparlan, yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Kabupaten Lombok Barat.
Daud menilai rekam jejak birokrasi yang dimiliki Suparlan menunjukkan kapasitas dan pengalaman yang cukup matang untuk memimpin birokrasi di Kabupaten Lombok Barat.
Sepanjang kariernya sebagai aparatur sipil negara, Suparlan diketahui pernah menduduki sejumlah jabatan strategis eselon II, di antaranya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lombok Barat, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat, Asisten III Sekretariat Daerah Lombok Barat, hingga kini menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Lombok Barat.
Menurut Daud, pengalaman lintas sektor tersebut menjadi modal besar karena menunjukkan pemahaman menyeluruh terhadap berbagai aspek tata kelola pemerintahan, mulai dari manajemen kepegawaian, pengelolaan pendapatan daerah, koordinasi administrasi pemerintahan, hingga pengawasan internal.
“Track record Pak Suparlan cukup lengkap.
Beliau pernah menangani bidang kepegawaian, pendapatan daerah, administrasi pemerintahan, hingga pengawasan. Pengalaman seperti ini sangat dibutuhkan oleh seorang Sekda yang nantinya menjadi panglima ASN di Lombok Barat,” jelas Daud.
Ia menambahkan, Sekda definitif yang akan dipilih nantinya harus memiliki integritas, kapasitas manajerial, kemampuan koordinasi lintas OPD, serta mampu menerjemahkan visi kepala daerah ke dalam sistem kerja birokrasi yang efektif dan profesional.
Daud berharap pengalaman dan kapasitas yang dimiliki Suparlan dapat menjadi pertimbangan penting bagi Bupati dan Wakil Bupati dalam menentukan figur terbaik untuk menduduki jabatan Sekda definitif.
Meski demikian, Daud menegaskan dukungannya terhadap Suparlan tidak dimaksudkan untuk menutup ruang bagi figur lain yang juga memiliki kompetensi. Ia tetap menekankan pentingnya proses seleksi terbuka yang adil, profesional, dan berdasarkan kompetensi.
“Yang paling penting adalah Lombok Barat segera memiliki Sekda definitif yang mampu memperkuat birokrasi dan mempercepat realisasi program pembangunan daerah. Siapa pun yang terpilih nantinya harus benar-benar figur terbaik hasil seleksi objektif,” katanya.
Daud berharap dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat segera mengambil langkah konkret agar jabatan Sekda definitif dapat segera terisi, sehingga stabilitas birokrasi dan efektivitas pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.
“Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati segera membentuk tim seleksi. Lombok Barat membutuhkan sosok Sekda definitif yang kuat, berpengalaman, visioner, dan mampu membawa birokrasi menjadi lebih solid ke depan,” tutup Daud Gerung.(red)

Social Footer