Lombok Barat, - Seorang pedagang warung di kawasan Taman Kota Gerung, Kabupaten Lombok Barat, mengeluhkan maraknya aksi pencurian yang menimpa dirinya sejak relokasi pedagang dilakukan oleh Satpol PP bersama instansi terkait dalam rangka penataan kawasan taman hingga alun-alun pusat pemerintahan.
Pedagang tersebut, Nurul Hikmah (30), mengaku telah tiga kali mengalami kejadian pembobolan warung sejak dipindahkan ke lokasi saat ini. Ia menilai kondisi keamanan di area tersebut masih sangat minim dan belum mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
“Kejadian ini sudah yang ketiga kalinya. Sejak kami dipindahkan ke sini, warung saya sering jadi sasaran pencurian,” ujar Nurul dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi, Sabtu (4/4/2026).
Peristiwa terbaru terjadi pada malam Sabtu, 3 April 2026. Nurul baru mengetahui kejadian tersebut keesokan paginya saat hendak membuka warung untuk memulai aktivitas berjualan.
Ia terkejut melihat kondisi warungnya yang sudah dalam keadaan berantakan. Sejumlah barang dagangan dilaporkan hilang, sementara sebagian lainnya rusak akibat aksi pelaku yang diduga membongkar paksa warung.
“Pas saya datang pagi hari, warung sudah acak-acakan. Barang-barang banyak yang hilang. Saya sangat terpukul karena ini bukan pertama kali,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, Nurul memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai jutaan rupiah. Kerugian ini tentu sangat memberatkan, mengingat warung tersebut merupakan satu-satunya sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Para pedagang di sekitar lokasi juga mengaku resah dengan kondisi keamanan yang dinilai belum memadai, terutama pada malam hari. Mereka berharap adanya peningkatan pengawasan, seperti patroli rutin maupun pemasangan fasilitas keamanan di kawasan tersebut.
Nurul pun berharap pemerintah daerah, khususnya pihak terkait dalam penataan kawasan Taman Kota Gerung, dapat segera memberikan solusi konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kami hanya ingin rasa aman saat berjualan. Jangan sampai kami terus dirugikan seperti ini,” tutupnya.

Social Footer