Breaking News

Gabungan LSM NTB Soroti Dugaan Mark Up dan Kualitas Menu MBG, Minta Evaluasi Total Dapur SPPG

 


Mataram – Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendatangi Ruang Rapat Anggrek untuk menyampaikan sejumlah temuan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah NTB.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Satgas MBG sekaligus Asisten Daerah (Asda) I Gubernur NTB, Fathul Gani, bersama Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Bali–Nusra, Koordinator BGN Wilayah NTB, serta Koordinator SPPG masing-masing kabupaten/kota se-NTB.

Adapun perwakilan gabungan LSM yang hadir di antaranya Fathurrahman (Direktur LSM NCW), Yusri (Ketua LSM Eduksi), Hendrawan (Ketua Samudra NTB), dan Dhilla Fithriya (Ketua Pertiwi Bapera).

Dalam forum tersebut, para perwakilan LSM menyampaikan dugaan amburadulnya pengelolaan menu MBG di sejumlah dapur SPPG di NTB. Mereka menilai menu yang disajikan tidak sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan.

“Kami menduga adanya mark up anggaran oleh oknum kepala dapur MBG se-NTB, serta adanya dugaan praktik ‘permainan mata’ antara pemilik dapur dan Koordinator SPPG di masing-masing kabupaten/kota,” ujar salah satu perwakilan LSM dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, gabungan LSM juga meminta dilakukan evaluasi terhadap keberadaan ahli gizi di setiap dapur SPPG. Mereka bahkan mendesak agar dapur MBG yang terbukti bermasalah ditutup secara permanen.

Di sisi lain, pihak Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Bali–Nusra menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari relawan di masing-masing dapur SPPG yang jumlahnya mencapai ratusan orang, pelaksanaan program selama ini dilaporkan berjalan baik, termasuk terkait menu dan teknis distribusi.

Meski demikian, menanggapi aspirasi yang disampaikan, Ketua Pelayanan Pemenuhan Gizi Bali–Nusra menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap relawan dan sistem pelaporan di dapur SPPG. Evaluasi tersebut termasuk kemungkinan perombakan atau penggantian relawan apabila ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.

Gabungan LSM berharap evaluasi yang dilakukan dapat berjalan transparan dan objektif, sehingga pelaksanaan program MBG di NTB benar-benar tepat sasaran serta sesuai dengan standar gizi dan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.(red)

Type and hit Enter to search

Close