Breaking News

Siswa SDIT Insan Taqwa Banyumulek Raih Juara 1 Nasional, Yayasan Harap Dukungan KONI dan Pemda Lobar

 


Lombok Barat – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Lombok Barat di kancah nasional. Abdurrahman Al-Khuzayfi, siswa kelas 3 SDIT Insan Taqwa Banyumulek, Kecamatan Kediri, sukses meraih Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Bali Mandala Championship 2026 yang digelar pada 2–4 Januari 2026 di Badung, Bali.

Kejuaraan ini diikuti atlet-atlet muda dari berbagai provinsi di Indonesia, menjadikannya ajang kompetitif sekaligus bergengsi dalam dunia pencak silat usia dini. Di tengah persaingan ketat, Abdurrahman tampil penuh percaya diri, disiplin, dan menunjukkan teknik serta mental tanding yang matang, hingga akhirnya keluar sebagai juara pertama di kelas yang diikutinya. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga membawa harum nama daerah, khususnya Kabupaten Lombok Barat, di tingkat nasional.

Kepala SDIT Insan Taqwa Banyumulek, Linda Haspiana, S.Pd., Gr, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian siswanya tersebut. Ia menyebut keberhasilan Abdurrahman adalah buah dari latihan rutin, semangat juang tinggi, serta dukungan berbagai pihak meski masih dalam keterbatasan.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga. Ini bukan hanya prestasi pribadi Abdurrahman, tetapi juga kebanggaan sekolah dan Lombok Barat. Sejak 2024 hingga 2026, setiap kali siswa kami mengikuti event, pihak sekolah dan yayasan selalu berusaha memberikan support semampunya,” ujarnya.

Namun demikian, pihak sekolah dan yayasan mengakui bahwa dukungan yang diberikan selama ini masih bersifat swadaya dan terbatas. Untuk itu, mereka berharap ke depan ada perhatian lebih dari para pemangku kebijakan di daerah.

Pihak yayasan secara khusus menyampaikan harapan kepada Ketua KONI Kabupaten Lombok Barat serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah, agar memberi dukungan nyata bagi atlet-atlet pelajar berprestasi.

Menurut Linda, potensi anak-anak Lombok Barat di bidang olahraga, termasuk pencak silat, sangat besar. Hanya saja, tanpa dukungan pembinaan yang berkelanjutan, fasilitas latihan, serta bantuan pembiayaan saat mengikuti kejuaraan luar daerah, potensi tersebut dikhawatirkan tidak berkembang secara maksimal.

“Kami berharap ada bentuk kepedulian dan support dari KONI maupun pemerintah daerah. Anak-anak seperti Abdurrahman ini membawa nama baik Lombok Barat di level nasional. Mereka layak mendapatkan perhatian, pembinaan, dan dukungan agar terus berprestasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini semestinya menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara sekolah, yayasan, orang tua, dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem olahraga pelajar yang lebih baik.

Prestasi Abdurrahman Al-Khuzayfi membuktikan bahwa dari bangku sekolah dasar pun, atlet berprestasi bisa lahir dan bersaing di tingkat nasional. Dengan pembinaan yang tepat dan dukungan yang lebih serius dari berbagai pihak, bukan tidak mungkin ke depan akan lahir atlet-atlet pencak silat Lombok Barat yang menembus level yang lebih tinggi, bahkan internasional.

Kini, harapan besar tertuju pada kepedulian dan langkah konkret dari KONI serta Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, agar prestasi anak daerah tidak hanya menjadi kabar membanggakan sesaat, tetapi menjadi awal lahirnya generasi atlet berprestasi yang berkelanjutan.(red)

Type and hit Enter to search

Close