Breaking News

Rejuvenasi KNPI NTB: Langkah Pertama Menuju Kebangkitan Pemuda



Perjalanan Seribu Mil Dimulai Satu Langkah Pertama

Oleh: Daud Gerung

Ketua DPD KNPI NTB 2025–2028

Bismillahirrahmanirrahim.

Perjalanan seribu mil selalu dimulai dari satu langkah pertama. Ungkapan ini bukan sekadar kata bijak, tetapi refleksi mendalam tentang keberanian memulai, tentang komitmen untuk bergerak, dan tentang tekad menghadapi masa depan dengan keyakinan. Inilah spirit yang melandasi proses Rejuvenasi KNPI NTB—sebuah ikhtiar bersama untuk mengembalikan marwah organisasi kepemudaan sebagai lokomotif perubahan sosial.

KNPI, sejak kelahirannya, adalah rumah besar pemuda Indonesia. Ia lahir dari semangat persatuan, dialektika gagasan, dan cita-cita besar untuk turut serta membangun bangsa. Namun kita juga harus jujur mengakui, dalam perjalanan panjangnya, KNPI kerap menghadapi tantangan internal dan eksternal yang membuat perannya tidak selalu optimal dirasakan oleh generasi muda.

Di Nusa Tenggara Barat, tantangan kepemudaan hari ini jauh lebih kompleks. Persoalan pengangguran pemuda, keterbatasan akses pendidikan dan keterampilan, ketimpangan pembangunan antarwilayah, hingga krisis identitas di tengah derasnya arus digitalisasi, menuntut organisasi pemuda untuk beradaptasi dan bertransformasi. KNPI tidak boleh terjebak pada romantisme masa lalu, tetapi harus hadir menjawab realitas kekinian.

Rejuvenasi KNPI NTB bukan sekadar pergantian kepemimpinan atau penyegaran struktur organisasi. Ia adalah proses pembaruan cara berpikir, cara bekerja, dan cara berkontribusi. KNPI NTB ke depan harus menjadi organisasi yang inklusif, progresif, dan kolaboratif—membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda dari berbagai latar belakang untuk terlibat, berproses, dan bertumbuh bersama.

Pemuda NTB memiliki potensi luar biasa. Dari desa hingga kota, dari gunung hingga pesisir, lahir generasi muda yang kreatif, berdaya saing, dan memiliki semangat kewirausahaan. Tugas KNPI adalah menjadi jembatan: menghubungkan potensi dengan kesempatan, gagasan dengan kebijakan, serta idealisme pemuda dengan arah pembangunan daerah.

Sebagai Ketua DPD KNPI NTB periode 2025–2028, saya meyakini bahwa KNPI harus mengambil peran strategis sebagai mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah. KNPI tidak boleh hanya menjadi penonton, apalagi sekadar simbol. Kita harus hadir dengan gagasan, data, dan aksi nyata—mengawal visi pembangunan NTB agar benar-benar berpihak pada kepentingan generasi muda.

Rejuvenasi juga berarti mengembalikan etika organisasi dan nilai-nilai perjuangan. KNPI harus menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Perbedaan pandangan adalah keniscayaan, tetapi persatuan dan kepentingan pemuda harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun pribadi.

Akhirnya, saya mengajak seluruh elemen pemuda NTB—OKP, komunitas, mahasiswa, pemuda desa, hingga pelaku kreatif—untuk menjadikan KNPI sebagai ruang bersama. Mari kita mulai langkah pertama ini dengan niat yang lurus, kerja yang tulus, dan semangat yang tak pernah padam.

Karena kebangkitan pemuda NTB tidak akan lahir dari retorika semata, melainkan dari keberanian untuk melangkah, bekerja, dan berjuang bersama.

Bismillah. 

Rejuvenasi KNPI NTB dimulai.




Type and hit Enter to search

Close