Seputarlombok.com | Giri Menang – Semakin meningkatnya
penyalahgunaan narkoba saat ini memerlukan atensi khusus dari seluruh lapisan
masyarakat. Sebagai bentuk perhatiannya, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
(Lobar) terus mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara
Barat (NTB) untuk segera mendirikan kantor BNN di Lobar. Pemkab Lobar berharap
tahun 2020 kantor BNN di Lobar sudah bisa mulai dikerjakan.
"Saya sampaikan ke beliau (Kepala BNN, red) Lombok
Barat yang akan bangun Kantor BNN. Tetapi mudah-mudahan tahun 2020 Lombok Barat
sudah memiliki Kantor BNN. Tapi kalau tidak, kami Insya Allah yang akan
membangun. Tetapi saya mohon ada semacam surat dari BNN supaya kami punya pintu
masuk untuk menganggarkan untuk membangun Kantor BNN di Lombok Barat,"
kata Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat meresmikan Kampung Anti Narkoba di
Dusun Bongor, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Rabu (9/10).
Dari data survei BNN NTB tahun 2017, bahwa prevalensi
keterpaparan narkoba di wilayah NTB sebesar 1,8 persen dari jumlah penduduk
provinsi NTB. Jumlah realnya mendekati 63.918 orang penyalahguna yang terpapar.
Tidak hanya unsur pemerintah saja, komitmen untuk
memberantas narkoba juga diwujudkan kelompok pemuda Desa Taman Ayu dengan
membentuk Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN) Taman Ayu. Keseriusan gerakan ini
dimulai dengan mencanangkan Desa Taman Ayu sebagai Kampung Anti Narkoba.
GPAN merupakan inisiatif yang digagas para pemuda yang
beberapa diantaranya adalah mantan pecandu. Gerakan ini bermula dari rasa
keprihatinan mereka melihat permasalahan narkoba di lingkungannya. Hal itu
disampaikan Mursidin ketua GPAN.
“Dari terbentuknya GPAN ini mungkin menjadi aspirasi
keperihatinan tiang dengan permasalah narkoba yang ada di Taman Ayu niki (ini,
red), khusunya desa bongor terutama di kalangan para pemuda. Karena kami juga
mantan narkoba juga, saya tau bagaimana sakitnya seorang pemuda. Dan bagaimana
cara melepas narkoba itu sangatlah sulit akan tetapi dengan gerakan ini kita ke
dusun-dusun untuk sosialisasi bagaimana bahayanya narkoba. Alhamdulillah semua
tanggapan masyarakat terkait dengan program ini sangat positif, dan Insya Allah
atas gerakan GPAN ini, habis peresmian ini
tiang (saya, red) dan teman-teman akan merehab sembilan orang pecandu,”
jelas Mursidin.
Komitmen pemuda Taman Ayu mendapat apresiasi tinggi dari
Bupati H. Fauzan Khalid. Diharapkan gerakan ini secara massif dapat diikuti
seluruh desa di Lobar sehingga Lombok Barat bersih dari narkoba.
“Alhamdulillah kita semua hadir diacara ini dalam acara
jihad melawan narkoba. Saya bangga kepada adik-adik yang sudah berinisiatif
menyelenggarakan acara ini. Saya baru sekali bertemu dengan Mursidin ketua
gerakan ini tetapi sudah mampu menjadikan acara semeriah ini tentunya adalah
karena didukung oleh seluruh masyarakat yang ada di dusun bongor ini,” ungkap
bupati.
Senada dengan bupati, Kepala Bidang Pencegahan dan
Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Provinsi NTB Nur Rachmat memberikan apresiasi
yang sangat luar biasa kepada organisasi pemuda Desa Taman Ayu itu. Diharapkan
kegiatan ini tidak sebatas pada acara seremonial dan pelantikan saja, tapi
harus ada kelanjutannya.
"Yang jelas setelah kita ada komitmen harus ada kontiyu
dan konsisten kita lakukan untuk berantas narkoba," pesannya.(SL/rd)
Social Footer