SeputarLombok.com | Lombok Tengah – Tidak mau pelatihan atau workshop yang sudah dilaksanakan sebelumnya sia-sia, akhirnya KKM MIN 4 Lombok Tengah memutuskan untuk turun gunung melakukan tindak lanjut dari pelatihan itu.
Workshop dimaksud adalah penyusunan perangkat pembelajaran K-13 untuk guru kelas pada tanggal 30 April hingga 06 Mei lalu serta workshop penyusunan perangkat pembelajaran untuk guru mapel agama pada 04 hingga 06 Juni 2018 lalu.
Ketua KKM MIN 4 Lombok Tengah, Zulhadi M.Pd. menerangkan, langkah turun gunung ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Tetapi baru bisa dilaksanakan saat ini.
Tujuannya tidak lain untuk melakukan pendampingan tindak lanjut dari pelatihan yang sudah dilaksankan agar apa yang sudah diterima oleh para guru bisa diaplikasikan.
“Sekali lagi kami katakan, kami tidak ingin madrasah ini ketinggalan dari lembaga pendidikan pada umumnya,” tegas Zulhadi.
Lebih jauh dijelaskan, langkah pendampingan ini diawali dengan mengumpulkan madrasah yang berdekatan dan menjadi kelompok sebanyak 4 madarasah.
“Masing-masing kelompok akan didampingi selama 2 hari,” lanjutnya.
Pendampingan sendiri dilaksanakan bersama pengurus sub KKM Praya Tengah, Asmuni, S.Pd dan pengawas wilayah KKM MIN 4 Lombok Tengah dengan dana swadaya.
“Meskipun kami tidak punya dana, tapi itu tidak meredupkan semangat guru untuk ikuti pendampingan demi madrasah hebat bermartabat,” terangnya.
“Jika kita belum mampu memiliki apa yg kita sukai maka sukailah apa yg kita miliki saat ini,” pesannya kembali ke para guru.
Sebagai informasi, madrasah yang akan didampingi dalam menindak lanjuti hasl workshop ini antara lain, untuk Kecamatan Praya Tengah sebanyak 28 madrasah, janapria 26 madrasah dan Kecamatan Praya Timur sebanyak 24 madrasah.
“Kita awali dengan Praya Tengah, tiap kelompok 4 madrasah dan durasi 2 hari tiap kelompok,” tandasnya. (fiq)

Social Footer