Seputarlombok.com | Lombok Utara-Prosesi pembukaan ritual maulud adat, wet (Wilayah) Sesasit, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (2/12), dalam rangka memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Acara maulud adat wet sesait ini, merupakan ritual dan budaya yang tetap dipertahankan dan dilestarikan sampai sekarang, upacara ini di selenggarakan setiap tahun pada bulan Rabiul Awal (pada kalender islam) oleh masyarakat setempat. Ritual maulud adat ini merupakan ungkapan kegembiraan masyarakat islam Lombok Utara khususnya dan pulau lombok umumnya dalam menyambut kelahiran nabi besar Muhammad SAW.
Adapun acara ini, diawali dengan Ritual Memajang dengan prosesi membuka Pintu Utama Mesigit Lokaq, oleh Sekretaris Camat Kayangan Eko Sekiadim, S.Sos. Prosesi memajang ini di pimpin oleh Penghulu Desa Asmudin. Memajang ini adalah merentangkan kain putih pada ruang imam (mimbar) pada dinding hingga ke dinding pintu masuk mesigit. Kain putih yg direntangkan perlambang langit, (bumi yg dilapisi langit) visualisasi langit harus di bumikan, kita ini mempunyai rahasia dari allah swt, seluruh prosesi tidak pernah lepas dari nilai-nilai ketuhanan dan betabek dari Allah swt.
Setelah itu pemberian kain benang empat warna, kepada empat Tau Lokaq Mangkubumi yang melambangkan empat perlambang, untuk dipasang atau diikat kain, pada empat Tiang Mesigit Lokaq Sesait ( empat tiang adalah unsure jasad manusia ). “Empat kain benang itu, adalah unsur yang berlambang kehidupan manusia, yaitu api (merah) air (kuning), angin (putih) dan tanah (biru) yang berlandaskan spiritual, Ikatakan ada empat, mngingat seaungguhnya menancapkan diri kita ke lokak empat, rasa terikat fungsi kita masing-masing berbalik saling majangin salaman silang, menarik keterikatan fungsi masing-masing, salam silang artinya bersepakat dibawah langit putih atau dibawah bimbingan allah swt kepada warga owet sesait.
Dijelaskan asal mula manusia dari lahir sampai meninggal, lauk-daya( selatan-utara) pintu masuk kedesa disebelah utara melalui hutan membelah berakhir di ujung kubur beleq, ini adalah perlambangkan hidup manusia. Manusia lahir dari alam kesunyian yang berakhir di kubur belek sunyi dan sepi. Di tengah -tengah ada masjid dari sejak gubuk ini mulai ada. Makan beleq, makam yang mulia dari Allah swt, sehinga sebelum kitasampai ke makan kita harus mampir di masjid ini dulu.
" Pelihara adat dan sunnah supaya bisa masuk masjid, tidak sembarang orang bosa masuk masjid maka sunah-sunah rasul harus dipelihara, makam sunah-suanh rasul harus kita adatkan, mengkarakter dari diri kita masing-masing adat tidak bisa dibuka, watak dan karakter kita, " jelas Pemekel Adat Wet Sesait, Ustadz Sidep.
Dari sejarahnya, Pemekel Wet Adat Sesait, Ustadz Sidep, menceritakan, bahwa dulu sekitar tahun 1970 silam, wet adat sesait diapit oleh pawang lauq dan pawang daya dengan pintu masuk melalui hutan, masuk mesjid kuno dan berujung pada Makam Beleq (makam kemuliaan).
Pada kesempatan itu, mewakili Bupati Lombok Utara, Arnowadi S.Pd selaku Kabid Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Lombok Utara (KLU), menyampaikan salam kepada seluruh hadirin dan masyarakat adat Wet Sesait. Menurutnya, Ritual Maulud Adat ini, perlu terus dilestarikan. Adapun untuk rencana tahun 2018, Pemerintah Daerah (Pemda) akan mengemas acara ini, dimana sebelumnya bakal ada lomba-lomba, serta berupaya mendatangkan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.
Rentetan maulid adat dimulai dari Sesait dan akan di lanjutkan ke Bayan. Warisan budaya harus bisa tetap lestarikan, melstarikan agama dengan cara adat sasak, dijelaskan, tingkat adat sasak betaka lan beteken agame beteket adat, sesungguhnya bahwa apa yang menjadi slogan visi misi memutuskan kearifan lokal , tioq tata tunaq, untuk dijalankan sejak jaman dulu hingga akan datang dan kekurangan itulah yang akan di sempurnakan kedepan. Untuk acara ini lebih nikmat membawa pesan dunia.
Disela acara tersebut, dilanjutkan dengan Pituah dari Lalu Prima Wira Putra, merupakan PW AMAN NTB. Dikatakannya, sepatutnyalah semuanya bisa berfilosofi adat dan agama. Adat bertakah agama, atau agama bertakah adat. Karena itu, pihaknya menyambut baik atas apa yang menjadi kebijakan Pemda, dimana ritual ini menunjukkan ada keserasian dengan Sesanti Tioq Tata Tunaq.
Sedangkan Tausiyah dari Tokoh Pendidikan, Dr Jamaluddin, berasal dari Akademika IAIN Mataram, mengatakan, bahwa ritual ini juga merupakan majelis ilmu, dimana pada hari kemudian bakal menjadi taman-taman syurga. Dijelaskan sejarah masuknya islam ke pulau Lombok melalui Lombok Utara, pada tahun 1905 silam, pernah datang Sunan Prapen melalui Pelabuhan Carik, bertemu dengan Rangga Salut untuk mengajak mengucap Syahadat dan Ritual Maulid.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Mesigit Lokaq Sesait, bahwa dari sisi arsitekturnya, disangga empat tiang tengah sebagai simbol empat khalifah dan empat tokoh, sedangkan lima tangga pintu masuk menandakan 5 Rukun Islam.
Dalam kitab Jatiswara, ada pertanyaan Indar Jaya, kepada Gurunya Syaikh Lukmanul Hakim, “Apakah tujuh Petala Langit dan tujuh Petala Bumi itu?”.
Gurunya menjawab, tujuh petala langit adalah Sidratul Nunthaha, sedangkan tujuh petala bumi adalah hamparan bumi dengan segala karunia-Nya. (Kitab Jatiswara).
Maulid pertama dikerjakan oleh orang mesir keturuanan Rasullah pada tahun 1122 Masehi diperaktikan di Mesir,dan pada tahun 1171 masehi Salaudin Alayubi diwajibkan maulud, Dan pada tahun 1207 ditetapkan dan dilanjutkan maulud itu di irak , turki usmani, tradisi maulid, mailid dipraktikan olah orang-orang di Mekah, kemudian masuk islam melalui utara yaitu Bayan, Salut dan S esait. Ada 9 masjid adat di Lombok Utara yang khas, orang sesait menjadi muslim membangun masjid dari pedagang yang mampir berasal dari cina, mampir di awal penyebar islam, yang jelas tahun 1505 masehi Sunan Prapen datang di utara Lombok dan berlabuh di pelabuhan Carik, masuk kesesait dan ketemu Rangga Salut, lalu diajak masuk islam, akan tetapi Rangga Salut sebelum rajanaya karena itu hal yang tidak dibenarkan dalam adat istiadat lombok, sehingga di islamkan raja Lombok dulu maka itulah awal mula seluruh orang Lombok Utara masuk Islam.
Lebih lanjut dijelaskan Mesigit Lokaq Sesait, dari sisi arsitekturnya disangga empat tiang tengah sebagai simbol empat khalifah dan empat tokoh sedangkan lima tangga pintu masuk menandakan rukun lima.
Dalam kitab Jatiswara, ada pertanyaan Indar Jaya kepada Gurunya Syaikh Lukmanul Hakim. " Apakah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi?" Gurunya menjawab, tujuh petala langit adlh sidratul munthaha. Sedangkan tujuh petala bumi adlh hamparan bumi dgn segala karunia-Nya.Dalam kitab Jatiswara.
Epilog Ritual memajang usai sudah, dilanjutkan prosesi Malam Presean. Untuk keesokan harinya, adalah Prosesi Bisoq Beras, Penampahan, serta acara puncak. (mu)



Social Footer